Kita Semua Bersaudara Dan Kita Semua Tidak Bisa Hidup Sendirian




Pernahkah terfikir atau terlintas oleh kita tentang pertanyaan ini :

Bisakah Kita Hidup Sendiri? Bersaudarakah Kita?

Jujur kita akui, kita punya saudara, tapi kadang kita hidup seperti tidak punya saudara. Kita nikmati TV 54" sendirian, sementara mungkin ada saudara kita yang tidak mampu membeli susu untuk anaknya. Kita nikmati kulkas empat pintu terbaru dengan isi yang lengkap, sementara ada saudara kita yang tidak tahu bisa makan atau tidak. Kita punya karyawan atau bawahan hingga belasan, puluhan, atau mungkin ratusan, tapi kita punya saudara yang tidak bekerja dan kita tidak mempekerjakannya.

Jujur kita akui kadang kalau kita susah, kita berlari ke sana kemari, ke saudara-saudara kita minta bantuan. Sementara kalau kita kaya, berkecukupan, kita tutup pintu rapat-rapat agar taka da saudara-saudara yang datang memohon bantuan. Ada uang, kita bilang tidak ada uang. Bisa menolong, kita bilang tidak bisa menolong.

Pertanyaannya, Bersaudarakah Kita??

Menjadi sangat relevan akhirnya karena ternyata toh kita hidup dalam kesendirian. Kita yang kaya enggan datang kepada saudara-saudara kita yang miskin. Sementara mereka yang miskin malu datang ke tempat kita, lantaran takut disangka ngerongrong, dan lain sebagainya, alhasil bukankah ini adalah kesendirian??

Sering kali yang menjadi alasan untuk kita membantu orang lain yang susah adalah nanti karena kebiasaan, alias nanti kalau sedikit-sedikit susah datangnya kepada kita. Padahal yang demikian itu Allah yang akan mempergilirkan. Tidak mungkin Allah akan membebankan terus-menerus kepada kita, sebab sudah menjadi hak semua orang untuk dapat membantu orang lain. Dan perlu diingat :

 hanya dengan jalan membantulah Allah akan berkenan dan suka membantu kita”.

“Allah akan selalu bersedia membantu seorang hamba, selama ia bersedia juga membantu saudara yang lain” (Al-Hadits)

Disisi lain, kita itu lebih senang dan mungkin lebih nyaman berteman dengan mereka yang kaya, berteman dengan mereka yang menguntungkan. Karena dimata kita, mereka itu membawa kemudahan. Sedangkan bila berteman dengan mereka yang dibawah kita dan yang miskin, hanya berfikir akan membawa sejuta kesulitan. Begitulah kalau membantu orang lain kita anggap beban, selamanya kita akan menganggap mereka itu sebagai beban yang hanya menghadirkan sejumlah penderitaan tambahan. Padahal, kita yang butuh mereka agar kita bias mengulurkan tangan. Kita membutuhkan mereka yang layak dibantu, agar kita berkesempatan mendapatkan kasih sayangnya Allah dan dibantu olah Yang Maha Membantu.

“Sayangilah siapa yang dibumi, maka niscaya engkau akan disayangi penghuni langit” (Al-Hadits)

Mulai sekarang ingatlah bahwa kita memiliki saudara. Jangan ingat kepada saudara yang kaya saja, bisa dibilang mereka yang kaya sudah bias mengurus diri sendiri, yang susahlah yang perlu lebih diingat.

Khawatirlah bila kita tidak bergerak membantu. Khawatir apa ??

 Khawatir Allah nanti pergilirkan kesusahan kedalam kehidupan kita. 

Akhirnya, kalau tadinya kita yang dimintai bantuan, kelak kita yang memohon bantuan kepada yang lainnya.


Mau ????




Related Posts